Prabowo, BUMN Pertahanan Terakhir Indonesia, Kita Tidak Ingin BUMN Hancur

Prabowo, BUMN Pertahanan Terakhir Indonesia, Kita Tidak Ingin BUMN Hancur
Liputan Faktual. Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra mengungkapkan bahwa negara Indonesia saat ini sedang sakit. Bisa dilihat dari aspek kesejahteraannya, misal di Singapura, rakyatnya itu lebih kaya 12 kali dari rakyat Indonesia.

“Jadi rakyat Singapura itu 12 kali lebih kaya dari rakyat Indonesia,” tegasnya saat memberikan kuliah umum wawasan kebangsaan bertema “Paradoks Indonesia” yang diikuti sekira 2000 orang mahasiswa dan mahasiswi se-Provinsi Jambi, di kawasan Pasar, Kota Jambi, Kamis (26/7/2018).

Indikator lain yang menunjukan keprihatinannya, cadangan devisa Indonesia mungkin sudah hancur. “BUMN adalah pertahanan terakhir Bangsa Indonesia, kita tidak ingin BUMN hancur,” tegas  Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Menurut Prabowo, perguruan tinggi adalah suatu lembaga pendidikan untuk mencetak kader suatu bangsa. Untuk itu, berhasil atau tidaknya suatu negara ditentukan oleh pendidikan perguruan tinggi.
“Kesadaran suatu bangsa, pencerahan suatu bangsa itu bersumber dari perguruan tinggi,” ujarnya,.

Prabowo memaparkan pula bahwa, hari-hari sekarang adalah hari politik, musim politik yang akan menentukan pimimpin bangsa, karena pemimpin adalah sangat penting dalam kehidupan manusia.
“Ada yang memimpin ada yang pengikut, manusia harus makan dan aman. Kita tidak mungkin makan kalau tidak punya tanah, siapa yang menjaga tanah agar tidak dicuri,” ungkapnya.

Pertanian itu, ujarnya, adalah sangat vital bagi suatu bangsa. Oleh karena itu, bapak-bapak pendiri bangsa Indonesia membuat undang-undang untuk melindungi kekayaan kita. “Bumi, tanah dan air adalah arti dari kekayaan tersebut,” tuturnya.

Tidak itu saja, Prabowo juga mengibaratkan, pada saat di pesawat pemimpinmu adalah kapten pilot. “Tidak peduli seorang anggota DPR, seorang dirut pertamina dan lain-lainnya. Pada saat di pesawat pemimpinmu adalah kapten pilot,” tukasnya.

Dalam pandangan Prabowo, saat ini bangsa Indonesia harus berani. “Meski demikian, kita tidak boleh berburuk sangka. Saat ini, rakyat sering dibohongi, sifat kita yang pandai bicara biasanya pandai menipu,” tuturnya.

Disamping itu, Prabowo juga menyinggung mengalirnya keluar kekayaan nasional, kekayaan nasional Indonesia tidak berada di Indonesia, kekayaan Indonesia mengalir keluar Indonesia dan ini sudah berjalan puluhan tahun.
“Kita ibarat sapi perahan yang tidak boleh mati, selalu dihibur, sampai sekarang tidak ada yang bisa membantah ini. Karena hipotesa saya berdasarkan atas fakta dan data,” imbuhnya.

Prabowo menambahkan, bank dunia dan lembaga nasional, sistem ekonomi kita salah. “Yang benar sistem ekonomi kita adalah yang berdasarkan UUD 1945 Pasal 33. “Bandara tidak boleh dikelola negara lain, sudah banyak pelabuhan yang dikuasai negara lain. Begitu juga kebun kelapa sawit hanya sekian persen dikuasai rakyat Indonesia. Sistem neo liberal itu adalah salah,” terang Prabowo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PA 212 Dan Petinggi Partai Koalisi Godok Nama-Nama Cawapres Untuk Prabowo

Prabowo : Prajurit pasti dekat sama ulama